
Peta Pulau Sempu yang saya potret di pos penjagaan
Ketika seorang kawan menceritakan bagaimana indahnya sebuah pulau di daerah Kab. Malang sebelah selatan, seketika hawa penasaran mulai menjalari hati ini. Pulau tersebut bernama Pulau Sempu. Sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni yang berada di dekat pantai Sendang Biru Kab. Malang. Jarak dari Malang Kota ke Pantai Sendang Biru sekitar 70 km. Berbekal mie instant dan sosis murahan (karena uang yang sangat press) dan berbekal kenekatan (karena kami buta samasekali tentang medan yang akan dilalui), kami (saya bersama 5 orang kawan) berangkat ke pulau tersebut. Perlu diketahui pula, kami adalah tracker amatiran. He..he..
Jarak kota kami dengan Kota Malang sekitar 90 km. Kami berangkat sekira pukul 12.00 WIB. Situasi langit nampak bersahabat. Tak nampak mendung maupun mega yang menggantung. Kami ber-enam transit terlebih dahulu di rumah salah satu rekan di daerah Blimbing – Malang untuk meminjam galon air mineral guna bekal air minum selama kami camping. Tak disangka langit berubah ndengan cepat. Hujan deras serta angin kencang mengguyur kota Malang. Kami memutuskan untuk berhenti mampir ke sebuah warung. Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan ke pantai Sendang Biru dengan guyuran hujan yang masih deras. Mendekati Pantai Sendang Biru, jalan yang dilalui cukup menguras konsentrasi. Karena banyak sekali belokan-belokan yang cukup berbahaya, apalagi jika situasi hujan deras seperti saat itu.
Kami sampai di pantai Sendang Biru sekira pukul 17.00 WIB. Kami langsung melapor di penjagaan Perhutani di situ. Ternyata menurut petugas yang menjaga, pihak Perhutani tidak memberikan ijin masuk ke Pulau Sempu jika tidak membawa SIMAKSI dari Propinsi Jatim. Namun dengan cara yang persuasif, saya berhasil meyakinkan petugas tersebut bahwa kami akan baik-baik saja dan akan mematuhi segala peraturan (seperti tidak merusak hutan, membuang sampah, membakar dsb). Walaupun begitu petugas tersebut tetap tidak berani memberi ijin, jadi status kami tidak berijin, namun petugas hanya sekedar tahu saja. Kemudian petugas tersebut memberikan informasi tentang pulau yang akan kami singgahi. Kami akan menyeberang dan sandar di Teluk Semut, lalu kami harus berjalan sejauh 2,5 km untuk bisa sampai di Segoro Anakan, sebagai lokasi camping kami. Segoro Anakan inilah yang merupakan laguna indahnya. Setelah berterimakasih, kami segera menuju TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang berada di sebelah barat untuk membeli beberapa ekor ikan.

Membeli Ikan di TPI
Setelah ikan kami kantongi, kami langsung menyewa perahu untuk membawa kami menuju Pulau Sempu. Jarum jam menunjukkan tepat pukul 18.30 WIB, saat kami turun dari perahu. Gelap. Sangat gelap. Ternyata di bibir pantai ada 8 pemuda yang juga akan ke Segoro Anakan, namun mereka tidak berani masuk hutan, karena sudah gelap. Karena ada kami, akhirnya mereka meminta kami untuk bersama-sama ke Segoro Anakan.
tempat wisata yang bagus tu,
tiket masukx berapa ? ada penginapanx tidak di sana kalau tau kira2 berapa ?
By: ismail` on 5 November 2009
at 4:50 am
Salam bro Ismail..
Untuk masuk pulau Sempu, gak ada tiketnya..
Namun, sebaiknya kita ijin dulu ke Pos Perhutani di pantai Sendang Biru.
Hal ini untuk antisipasi hal2 yg gak diinginkan. Karena Pulau Sempu tidak berpenghuni.
Jika sudah kembali dari Pulau Sempu, maka langsung lapor kembali ke Pos Perhutani tersebut.
Penginapan ada bro..
Dulu harganya 200 ribu per 24 jam. Isi 2 kamar tidur, ruang tamu dll..
By: Krisna Dipayana on 6 November 2009
at 12:56 am
Aku pengen tahu perjalannya kesana kalo dari MAlang ke arah mana??kira – kira perjalanan sampe kesan berapa jam??thx
By: Fina on 12 November 2009
at 5:41 am
Salam kenal bro/sist Fina…
Dari arah malang kota ke pantai sendang biru sekitar 1 1/2 jam.
Menyeberang selat dari sendang biru ke pulau sempu sekitar 20 menit.
Arahnya dari Malang kota menuju selatan, lewat Turi.
By: Krisna Dipayana on 15 November 2009
at 1:34 pm
mau minta seluruh total biaya kesana! detail . heheh
By: dini on 16 November 2009
at 2:02 pm
Salam Dini…
Gampangnya sediakan minimal 200 ribuan lah..
Syukur kalo temen2nya banyak, sehingga bisa patungan dan tentu aja jauh lebih murah….
By: Krisna Dipayana on 17 November 2009
at 11:51 pm
cuma ijin aja kHan di pos perHutani Utk nyamPe ke semPu, trus SIMAKSI dari Propinsi Jatim itu perLu nGaak. trus tu kanTOr operasionalnya sampe jm brapa ?
sLm kenal Mas ? renCana taon baruan diSana
By: albert on 27 November 2009
at 3:00 am
Salam bro Albert..
Maksudnya SIMAKSI itu, jika kita ingin mengunjungi Pulau Sempu SECARA RESMI, harus ijin ke level Prop. Jatim.
Sekali lagi, jika ingin SECARA RESMI.
Namun hal itu mungkin dianggap ribet dan berbelit, karena harus ke Surabaya dulu ijinnya, belum lagi birokrasinya yg mbulet.
Oleh karena itu, saat itu saya sifatnya hanya memberitahu saja kepada petugas Perhutani.
Jadi kita gak usah ijin ke Surabaya dengan birokrasinya yg mbulet, terus petugas Perhutani pun gak akan disalahkan karena memang mereka tidak diberi kewenangan untuk mengeluarkan ijin.
Maksudnya begini, kita hanya memberitahu petugas Perhutani, bahwa saya bersama 5 orang rekan akan masuk ke Pulau Sempu pada hari ini, jam sekian. Rencana camping disana adalah sekian hari. Nah, jika dalam sekian hari itu saya belum melapor telah kembali, maka petugas tersebut akan mencari kita. Jangan lupa kasih uang rokok sebelum berangkat. (Ini atas kesadaran kita sendiri aja, karena petugas udah bantu kita).
JANGAN LUPA BAWA / PAKAI SEPATU BOOT SAAT KE PULAU SEMPU..!!
By: Krisna Dipayana on 27 November 2009
at 10:30 am
Waduuw, jdi pngend ksnaa…
Gag da suasana mistis2ny khand? Hehe,
Akhir taun ksna, keren tuh!
By: Renita on 16 December 2009
at 5:54 am
mistis sih pasti ada lah..
namun waspada sama binatang, terutama ular. Jika beruntung, ente bisa ketemu ular segedhe paha.
By: Krisna Dipayana on 19 December 2009
at 10:59 am