Oleh: Krisna Dipayana | 19 Mei 2009

Tips Memasang Kaliper pada Rem Cakram Belakang

Saat ini rem belakang cakram pada sepeda motor sudah bukan milik moge lagi, namun sudah banyak diaplikasikan pada motor-motor harian. Contohnya Honda New Supra X, misalnya. Motor bebek ini sudah menggunakan rem cakram belakang dari pabriknya.

Nah, bagi pemilik motor-motor sport namun belum menggunakan rem belakang cakram, semisal Honda Tiger, Yamaha Scorpio, Suzuki Thunder, dll, maka modifikasi rem belakang dengan menggunakan cakram banyak diminati. Disini timbul pertanyaan, lebih baik memasang kaliper cakram tersebut diatas, atau dibawah.

Ini ada beberapa kelebihan dan kekurangannya :

KALIPER DI BAWAH

  1. Rem lebih pakem dan respon lebih spontan. Cocok untuk balapan.
  2. Cocok diaplikasikan pada motor dual shock, karena tidak terlalu makan tempat.
  3. Kaliper jadi mudah rompal, karena stabilizer kurang kuat.
  4. Membutuhkan perawatan ekstra, karena sisa gesekan kampas cakram selalu jatuh ke dalam kolong kaliper.
  5. Kaliper rawan berbenturan dengan tanah / ground. Karena posisinya di bawah.
  6. Selang minyak rem jadi lebih panjang, karena letak kaliper di bawah.

KALIPER DI ATAS

  1. Rem tidak seberapa respon, karena rem tidak se-spontan dibanding dengan kaliper di bawah. Cocok untuk motor harian.
  2. Cocok diaplikasikan untuk motor mono shock, karena pemasangan kaliper lebih bebas.
  3. Kaliper terpasang lebih kuat.
  4. Tidak membutuhkan perawatan ekstra, karena sisa gesekan kampas cakram langsung jatuh ke tanah. Sehingga tidak mengotori kolong kaliper.
  5. Kaliper aman dari benturan dengan tanah, karena posisi kaliper di atas.
  6. Selang minyak rem jadi lebih pendek dibandingkan dengan kaliper di bawah.

Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan dalam pemasangan kaliper rem cakram belakang. Jika ada kurang lebihnya, mohon koreksi..

Salam..

About these ads

Responses

  1. iya nih,sempat menjadi pertanyaan.enaknya di bawah apa yang di atas ya? tapi menurutku yang posisinya di atas lebih baik tapi untuk harian.cukup pakem kok..soale pake Supra X125DD.
    terus pas sudah posisi di atas,akan ada pertanyaan lagi,di sisi luar atau sisi dalam sokbreker (ganda)? lihat underbone Honda dan Suzuki 125cc..
    thx..

  2. Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
    that I have really liked reading your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!

  3. amazing stuff thanx :)

  4. wah bener tu…
    di atas emang cocok buat motor harian…
    lagian tenaga motor harian gk terlalu butuh tenaga pengereman extra…sesuai dengan power motornya lah…..

  5. rem cakram belakang lebih baik pakai yang 1 piston mas. Pakai yang 2 piston sering sliding.

  6. Setuju Bro Dismas!!!
    Ukuran disc dan jumlah piston untuk rem belakang, harus lebih rendah dari rem depan.
    Jika ukuran dan jumlah pistonnya sama atau malah lebih besar, bisa bahaya.
    Slip terus.
    Thanks…

  7. kalau dipasang di honda tiger g memakai velg asli bawaan motor yg racing apa dudukannya harus di bikin ulang? apa dudukan kalipernya untuk tiger CW ada yg jual? jd maksudnya tinggal bikin dudukan di tromol cakram aja,sedang pada dudukan kaliper udah tinggal plek aja gitu? thx

  8. bro,,, cara pasang cakram belakang motor tiger pake tiger revo gmn caranya???
    sayah masih bingung bro tolong jelasin ya bro
    thx

  9. Maybe you should make changes to the blog subject title Tips Memasang Kaliper pada Rem Cakram Belakang Blog-nya Krisna Dipayana to something more suited for your subject you make. I liked the the writing yet.

  10. sy punya thunder 250, udah 4 kali masuk bengkel terkait cakram belakang, perform rem dah OK….. masalah terakhir kaliper masih goyang (tentunya krn disk) bagaimana mengurangi goyangan disc???

  11. Sy punya mx ygth 2008, sy pasang punya satria F120 utk sentral, tapi kaliper sya pakai satra F 120 depan disbreaknya pkai sogun. pemasangan ok.masalahnya skrg rem terlalu pakem hingga kaliper sering panas. tlong penjelasannya mas!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: