Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Tentang SPARK PLUG / BUSI

Busi pada sistem pengapian berfungsi sebagai alat untuk memercikan api
listrik guna membakar campuran gas pada ruang bakar. Percikan api
listrik ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan oleh
ignition coil.

BAGIAN-BAGIAN BUSI

Skema Busi

Skema Busi

Paling tidak ada tujuh bagian utama busi yang berupa terminal, pusat
elektroda, insulator, rumah plug, gasket, dan elektroda positif serta
negatif. Karena fungsinya, maka perambatan panas dalam busi tak
berlangsung merata.

TIPE-TIPE BUSI

Dari tipe pembakarannya, sekurangnya terdapat tiga
jenis busi, yaitu busi tipe panas, sedang, dan dingin.

Jenis type busi

Jenis type busi

Busi dingin biasanya dipakai pada mesin-mesin kendaraan yang mesinnyacenderung harus bekerja dalam suhu yang relatif panasnya tinggi. Sedang busi panas digunakan pada mesin dingin. Sementara, angka yang ditunjukkan pada busi biasanya menerangkan daya rambat panas keluardari busi dimana bila angka membesar berarti daya rambatnya juga besar atau sebaliknya.
Tipe busi panas adalah jenis yang sukar merambatkan panas hasil
pembakarannya keluar dari elektroda sehingga bagian ini selalu panas.
Sementara tipe busi dingin, amat mudah merambatkan panas sehingga
elektrodanya selalu dingin. Dan, busi sedang berada diantara keduanya.
Busi merupakan bagian yang harus selalu mendapat perawatan untuk
menjamin optimasi pembakaran.

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Memilih Busi yang Tepat

Pilihan sparkplug alias busi untuk mesin mobil atau motor kini sangat banyak, khususnya untuk performance plug (busi kualitas premium). Namun demikian,banyaknya pilihan tersebut jangan sampai membuat kita semakin sulit dalam menentukan pilihan.

Memilih Busi

Memilih Busi

Kita harus bisa berhati-hati dan lebih selektif lagi, jika menghadapi pihak toko yang seringkali menawarkan busi-busi premium tersebut dengan iming-iming performa yang lebih oke, irit bahan bakar dan sebagainya.
Yang perlu diingat adalah bahwa busi yang berharga mahal tidak selalu menjamin kecocokan dengan mesin mobil atau motor kita. Sebab, setiap mesin memiliki toleransi tertentu untuk spesifikasi busi yang digunakan.

Yang harus kita perhatikan adalah :

HEAT RANGE

Heat Range

Heat Range

Nilai angka heat range dari suatu busi mewakili seberapa panas busi tersebut ketika sedang beroperasi dalam keadaan normal. Jika angka heat range tersebut cocok dengan karakter mesin mobil atau motor Anda, maka busi akan bekerja optimal. Jika busi terlalu panas, maka akan menimbulkan detonasi pada mesin (bunyi ngelitik) yang bisa merusak mesin itu sendiri. Sebaliknya, jika busi terlalu dingin, maka akan banyak penimbunan deposit pada ruang bakar akibat terjadinya gagal pengapian (misfire).

UKURAN BUSI

Berbagai ukuran busi

Berbagai ukuran busi

Busi yang ditemukan pada umumnya ada yang berdiameter kecil dan besar. Untuk hal ini jelas tidak boleh salah beli, pastikan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan bermotor Anda.

UKURAN GAP BUSI

Gap Busi

Gap Busi

Gap adalah jarak antara elektroda busi dengan ground. Pada umumnya ukuran gap adalah sekitar 0.8mm – 1.2mm. Untuk ukuran gap tersebut Anda perlu melihat petunjuk yang terdapat pada buku manual kendaraan bermotor Anda. Beberapa model busi premium tidak bisa dirubah ukuran gap-nya, karena desain busi itu sendiri tidak memungkinkan dilakukan perubahan gap.

RESISTANSI BUSI

Jenis resistansi busi

Jenis resistansi busi

Periksa jenis busi yang dianjurkan pabrik mobil atau motor tersebut, perhatikan apakah busi tersebut menggunakan suppression resistor di dalamnya. Biasanya jika ada huruf R pada kode busi, itu menunjukkan busi tersebut menggunakan suppression resistor, contoh: NGK BKR6E-11 . Namun tidak selalu demikian, contoh: DENSO IK20 (tidak ada kode R, tapi menggunakan suppression resistor).
Suppression Resistor pada busi digunakan untuk meredam emisi akibat percikan api pada saat proses ignition terjadi. Emisi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan dan sensor mesin. Pada umumnya mobil yang bermesin injeksi menggunakan busi dengan suppression resistor, namun tidak selalu demikian.
Semakin besar nilai suppression resistor berarti semakin besar hilangnya daya listrik yang dikirim ignition coil untuk membuat percik api pada busi. Akibatnya semakin besar nilai suppression resistor tersebut akan memperkecil percik api, kecuali jika kabel busi diganti dengan yang beresistansi kecil dan berdiameter besar.

Demikian sahabat, semoga bermanfaat…

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Saat Tepat Mengganti Shock

KENDARAAN MULAI SULIT DIKENDALIKAN

Sulit dikendalikan, gampang jatuh

Sulit dikendalikan, gampang jatuh

Apakah anda merasakan kemudi kendaraan anda seringkali membuang secara tidak terkendali ? Kalau anda merasakan handling mobil atau motor anda berkurang, itu berarti bahwa shockabsorber anda sudah tidak berfungsi segeralah mengganti shock!

CEK KONDISI BAN

Cek kondisi ban

Cek kondisi ban

Jika ban kendaraan Anda aus secara tidak merata, itu berarti shockabsorber kendaraan anda sudah tidak berfungsi. Sebab shock yang tidak berfungsi dengan baik mengakibatkan grip kendaraan ke aspal tidak menjadi sempurna dan tidak merata, sehingga ban akan terkikis secara tidak merata. Segera ganti shock anda.

CEK KONDISI SHOCKBREAKER ANDA
Apakah anda menemukan rembesan oli? Kalau iya berarti seal shockbreaker anda sudah bocor. Ada beberapa jenis kendaraan yang bisa diganti sealnya saja tapi ini tidak direkomendasikan sebab apabila seal sudah bocor dan oli kurang biasanya as shock breaker itu sendiri sudah termakan. Maka meskipun sudah diganti sealnya akan cepat bocor kembali. Sebaiknya ganti seluruh Shockbreaker anda.

BAGAIMANA PERFORMA SHOCKBREAKER ANDA

Ayunan masih oke gak??

Ayunan masih oke gak??

Apabila kendaraan Anda mentok atau kandas
sewaktu melewati jalan rusak, berlubang, rel kereta api, atau rintangan lain, maka shock breaker anda sudah tidak sesuai dengan namanya lagi. Yaitu dia tidak dapat meredam kejutan. Hal ini dapat di akibatkan oleh oli shock yang habis atau pun klep shock yang sudah tidak berfungsi lagi, sehingga ketika terjadi kejutan tidak dapat diredam. Hanya Pernya saja yang menahan, sehingga terkadang terdengar suara JDHOG!! atau shock mentok. Jika terjadi demikian sebaiknya shock anda langsung diganti.

BAGAIMANA AYUNANNYA
Tekan dan ayun beberapa kali, kemudian
lepaskan. Bila ayunan tidak segera berhenti, itu
absorber Anda perlu segera diganti.

Demikian semoga bermanfaat.

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Tips Memilih Shockbreaker

CEK PERMUKAAN DENGAN TELITI

Cara kerja suspensi mobil

Cara kerja suspensi mobil

Perhatikan seluruh permukaan peredam kejut, apakah terdapat sejumlah titik cacat yang bisa saja hasil pengelasan. Biasanya bekas titik pengelasan guna perbaikan bagian dalamnya kemudian dihaluskan dengan gerinda sebelum kembali dicat.

TELITI PERMUKAAN CAT

Harus teliti boss...

Harus teliti boss...

Perhatikan pula cat pelapis shockbreaker itu. Karena, cat atau krom asli sangat sulit mengelupas karena tebal. Apabila terkelupas pun yang terlihat adalah logam bukan lapisan cat lain.

CIUM DAN RASAKAN BAUNYA

vespa-shockabsorber-p200e

vespa-shockabsorber-p200e

Rasakan pula apakah tercium bau cat. Kini terdapat pula cat semprot berwarna silver serupa dengan krom. Karena itu mungkin saja peredam kejut bekas dicat ulang, supaya nampak seperti produk baru. Waspadai pula karena untuk menghilangkan aroma cat baru, produk itu disemprot dengan vernis yang relatif tak menyebarkan bau.

PERHATIKAN RELIEF HURUF / KODE
Perhatikan cetakan relief huruf, merek atau kode pada bodi shockbreaker. Untuk peredam bekas, kode atau merek pasti tak tertutup lapisan cat baru. Lalu, cermati pula stikernya. Peredam baru stikernya tidak buram, tidak pula kusut dan harus melekat sempurna.

PERHATIKAN LUBANG BAUT

Shockbreaker

Perhatikan lubang baut

Cek lubang baut di bagian bawah peredam. Bila barang bekas, cat pada lobang bautnya pasti terkelupas. Untuk mengesankan sebagai produk baru, biasanya bagian ini dihaluskan dan didempul sebelum dipoles cat baru. Untuk menghindari kemungkinan terburuk, korek saja bagian itu dengan kuku. Jika tampak bekas dempul sudah dipastikan produk ini adalah barang bekas.

PERHATIKAN BATANG SHOCK
Selanjutnya periksalah batang tengah shockbreaker. Pastikan tidak ada goresan, jika nampak sejumlah luka berarti sokbeker itu sudah sering naik-turun menahan beban atau dengan kata lain sudah pernah digunakan.

PERHATIKAN ULIRNYA

Perhatikan Ulirnya

Perhatikan Ulirnya

Ulir di batang shockbreaker juga tak boleh luput dari pemeriksaan Anda. Ulir shockbreaker yang dipoles ulang biasanya memiliki ujung drat yang tak rapi, karena dibubut ulang.

PERHATIKAN WARNA BATANGNYA

Cek warna batang shockbreaker. Jika tampak kebiruan, itu disebabkan panas akibat gesekan ‘naik-turun’ antara batang dan seal shockbreaker. Sehingga batang tak lagi tampak mengkilat.

CEK KERJA SHOCK

Tarik dan tekan batang shockbreaker. Pastikan jalannya batang tidak tersendat-sendat. Karena jika terjadi sendatan itu berarti ada udara di dalamnya. Dan, kalau itu terjadi, maka hanya ada dua kemungkinan, sokbeker bekas atau peredam rusak. Sementara, pada batang tengah tak boleh ada goresan atau gerus tipis. Jika Anda menemui tanda-tanda ini, berarti batang tersebut telah berkali-kali ‘naik-turun’ alias sudah pernah terpakai

BEDAKAN JENIS SHOCK, Double Atau Single Action

1159232020picctPegang shockbreaker pada posisi tegak lurus. Setelah itu ditarik dan tekan beberapa kali secara perlahan. Kemudian, tekan secara tiba-tiba. Bila ada tahanan atau gerakannya lambat namun tak tersendat, berarti shockbreaker itu jenis double action. Bila tak ada tahanan atau bergerak terus, berarti single action.

BEDAKAN JENIS SHOCK, Gas atau Oli

Cara yang sama dengan yang di atas, bisa dilakukan untuk membedakan shockbreaker berisi oli atau gas. Peganglah shockbreaker tersebut sampai habis (panjang minimum), kemudian lepaskan. Jika shockbreaker memanjang lagi, berarti itu shockbreaker tipe gas. Tapi bila tidak, itu adalah berjenis oli.

HARGA

Yang terakhir, curigai masalah harganya. Jika bisa ditawar terlalu ‘anjlok’, maka bisa jadi itu adalah barang ‘beru’. Biasanya shockbreaker ‘beru’ tersebut malah banyak tersedia di toko khusus shockbreaker. Sebab, mereka punya bengkel dan peralatan sendiri. Sehingga, jika konsumen kembali ke toko karena shockbreaker yang baru dibelinya bermasalah, mereka bisa langsung bisa mengatasinya. Agar tetap nyaman dan aman, shockbreaker yang sudah tak berfungsi harus segera diganti. Penggantian tak selalu didasarkan pada faktor masa pakai kendaraan saja. Tapi bisa saja terindikasi dari kondisi ban. Jika ban mengalami kebotakan yang tak merata, maka mungkin shockbreaker sudah tak berfungsi lagi.
Itulah beberapa Tips memilih Shockbreaker, semoga bermanfaat untuk sobat-sobat..

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Tips Hemat BBM

  1. Rencanakan perjalanan
    • Jadikan beberapa rencana perjalanan anda menjadi satu dan sehingga menghemat waktu dan bahan bakar.
    • Hindari perjalanan singkat dengan kendaraan bermotor, lakukan dengan cara berjalan kaki atau naik sepeda, ini akan menghemat lebih dari seperempat kilogram emisi gas “greenhouse” per kilometer.
    • Hindari arus puncak lalu lintas jika memungkinkan.
  2. Mengemudi dengan putaran mesin rendah
    • Kenali karakteristik mesin mobil anda, biasanya efisien antara 1500 s.d. 2500 rpm (lebih rendah lagi untuk mesin diesel). Untuk mendapatkan putaran mesin yang rendah ini, anda sebaiknya menaikkan posisi gigi jika sudah memungkinkan, penggunaan putaran mesin tinggi akan menambah konsumsi bahan bakar.
    • Untuk transmisi automatic posisi gigi akan naik lebih cepat dan halus jika anda melepaskan sedikit pedal gas jika momen sudah mencukupi.
    • Perhatikan torsi dan putaran mesin maksimal tiap jenis kendaraan, saat memindahkan gigi jangan sampai melewatinya.
  3. Mengemudi smoothly – hindari akselerasi yang tidak perlu
    • Jaga jarak dengan kendaraan di depan anda sehingga anda bisa mengantisipasi dan berjalan mengikuti arus lalu lintas.
    • Mengemudilah dengan halus dan konstan. Hal ini akan menghindari akselerasi yang tidak perlu dan pengereman berulang-ulang yang akhirnya hanya memboroskan bahan bakar.
  4. Kurangi pemborosan bahan bakar saat idle
    • Matikan mesin jika kendaraan anda berhenti. Dengan mematikan mesin walaupun dalam waktu yang singkat, anda akan lebih banyak menghemat bahan bakar dari pada bahan bakar yang dikeluarkan untuk menghidupkan mesin. Bertambahnya pemakaian bahan bakar saat starting dengan cara seperti ini bisa diabaikan.
    • Mesin modern tidak memerlukan pemanasan berlebihan.
  5. Kecepatan adalah lawan dari hemat bahan bakar
    • Kurangi keceparan kendaraan, kecepatan tinggi akan mengakibatkan konsumsi bahan bakar tinggi. Pada kecepatan 110 km / jam kendaraan anda akan mengkonsumsi sampai 25% lebih banyak dari pada berjalan dengan kecepatan 90 km / jam.
  6. Minimalkan hambatan-hambatan aerodinamis
    • Penambahan komponen-komponen pada ekterior kendaraan seperti roof rack dan spoiler, atau membiarkan jendela terbuka, akan menambah hambatan udara dan konsumsi bahan bakar, dalam beberapa kasus bisa lebih dari 20%.
  7. Perhatikan ban kendaraan anda
    • Periksalah tekanan ban kendaraan sesuai dengan rekomendasi.
    • Gunakan ban dan velg standar serta pastikan alignment roda-roda kendaraan anda benar. Dengan memperhatikan ban anda, maka tidak hanya akan mengurangi konsumsi bahan bakar tetapi juga akan memperpanjang umur kendaraan dan menambah kemudahan handling kendaraan.
  8. Gunakan AC secara hemat
    • AC bisa menggunakan sekitar 10% bahan bakar saat beroperasi, pada kecepatan lebih dari 80 km/jam, pemakaian AC akan lebih baik pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar dari pada sebuah jendela yang terbuka.
    • Jangan sekali-kali menyalakan AC pada saat parkir kendaraan.
    • Bila kendaraan lama terpapar panas matahari, buka kaca jendela kendaraan sebelum menyalakan AC.
  9. Tutup kaca jendela
    • Kaca jendala yang terbuka lebar, terutama di jalan tol akan menghambat laju kendaraan dan konsumsi bahan bakar akan meningkat 10%. Hal ini mengurangi efek Dragging dibanding dengan jendela yang terbuka.
  10. Beban ringan
    • Turunkan barang dan peralatan yang tidak diperlukan.
    • Semakin berat kendaraan, semakin banyak bahan bakar yang dikonsumsi; beban tambahan seberat 50 kg bisa menambah konsumsi bahan bakar sebesar 2 persen.
  11. Rawatlah kendaraan anda secara teratur
    • Dengan selalu merawat kendaraan anda akan mengurangi emsi gas “greenhouse” sampai 5%.
    • Bersihkan saringan bahan bakar, saringan udara dan kembalikan keseluruhan kondisi kendaraan sesuai standar. Lakukan perawatan kendaraan sesuai dengan saran bengkel resmi.
    • Pastikan emisi gas buang kendaraan pada nilai toleransi.

CO : max 3,5% vol

CO2 : min 12% vol

HC : max 350 ppm

O2 : max 2% vol

Lamda : ~ 1

Lamda kurang dari 1 bahan bakar relative lebih boros, CO naik. HC tinggi menunjukkan pembakaran kurang sempurna. CO2 rendah performance mesin kurang baik.

    • Ganti atau perbaiki komponen yang sudah tidak optimal unjuk kerjanya seperti kopling yang ada gejala slip, AC yang tidak dingin, kebocoran knalpot dll.
    • Tidak melakukan modifikasi kendaraan seperti menaikkan kompresi dengan membubut cyl. head dan blok mesin, gunakan filter udara dan bahan bakar yang sesuai, jangan mengganti knalpot dengan type free flow.
  1. Gunakan bahan bakar yang tepat
    • Gunakan angka oktan sesuai rekomendasi, agar terjadi pembakaran yang sempurna.

Ini beberapa tips hemat BBM yang aku adopsi dari FFI club. Semoga bermanfaat.

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Tips Mengisi Bahan Bakar di SPBU

SEBAIKNYA MEMBELI BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN.

Pagi hari lebih baik

Pagi hari lebih baik

Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari . sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli. Dalam bisnis perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh . Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

GUNAKAN  SLOW MODE PADA NOZZLE BAHAN BAKAR, JANGAN FAST MODE.

Selalu gunakan Slow Mode

Selalu gunakan Slow Mode

Mintalah pada petugas SPBU untuk menjalankan nozzle pada Slow Mode, jangan Fast Mode. Trigger Nozzle  mempunyai 3 level, yaitu: low, medium dan high. Di slow mode, kita memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb. Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira-kira: jalan kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu. Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara bensin dan udara di dalam tangki.

“lalu hubungannya sama hemat bensin apa ya?” begini:
kalo di SPOBU, mereka punya internal floating roof, jadi mereka nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.

ISILAH BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.

Cepat belok ke SPBU, jika BBM sudah setengah tangki. Jangan nunggu habis boss..

Cepat belok ke SPBU, jika BBM sudah setengah tangki. Jangan nunggu habis boss..

Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat daripada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi.

JANGAN MENGISI BAHAN BAKAR JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI PENYIMPANAN

Jangan isi BBM jika truk BBM sedang mengisi SPBU

Jangan isi BBM jika truk BBM sedang mengisi SPBU

Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda. Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Inilah beberapa tips untuk mengisi BBM di SPBU. Semoga bermanfaat.

Salam…

Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Menambah Dudukan Monoshock Yamaha Scorpio

Bagi penunggang Yamaha scorpio, menambah dudukan monoshock adalah lebih merupakan suatu kewajiban. Kita semua tahu bahwa kelemahan dari Yamaha scorpio adalah terlalu empuknya monoshock, sehingga jika dinaiki akan langsung ambles. Jadi kurang keren penampilannya.

Tampilan baru Scorpio ku

Tampilan baru Scorpio ku

Siang itu saya berburu dudukan monoshock agar Scorpio saya bisa nungging kayak kalajengking. Seluruh toko onderdil dan toko variasi motor di kota saya ternyata tidak ada yang menjual. Alasannya habis. Stock is empty. Mereka bilang jika ingin menambah tinggi pantat Scorpio, maka dudukan monoshock agar pesan di bengkel las bubut (bikin sendiri). Saya kurang sreg dengan alternatif ini. Kemudian hari itu juga saya langsung tancap gas untuk berburu ke Mojokerto. Hasilnya sama saja. Nihil. Untung saja di salah satu toko, saya ditawari untuk indent dan saya langsung setuju. Barang datang kira-kira 4 hari kemudian. Tepat 4 hari kemudian, saya ditelepon oleh pemilik toko yang mengatakan pesanan saya sudah datang, tanpa buang waktu saya langsung mengambilnya.

Gambar dudukan peninggi Monoshock Scorpio

Gambar dudukan peninggi Monoshock Scorpio

Setelah dipasang, Scorpio saya langsung nungging persis kalajengking birahi. Ha..ha.. (entah mau ngentup siapa gitu..) Gagah banget boss.. Ternyata njengkingnya Scorpiuo saya membuat problem baru. Standar saya (baca : jagang) baik yang tengah maupun samping, tidak bisa digunakan karena kurang panjang. Welwh..welwh.. Langsung kutarik gas menuju bengkel las listrik di daerah Pandanwangi untuk

menambah panjang standar saya. Setelah menunggu 30 menit, dengan biaya Rp. 15.000,- saya langsung bawa pulang kalajengking saya dengan puasss… Scorpio saya jadi tambah tinggi, namun pengendaranya tetap rendah hati. He..he..

Hasilnya langsung NUNGGING!!

Hasilnya langsung NUNGGING!!

Bekas las di standar samping

Bekas las di standar samping

Setelah sampai rumah, aku merasa ada yang kurang. Karena standar saya penuh las-las-an, dan hasilnya penuh benjolan. Sehingga kalau dilihat kurang sedap. Maklum, tadi agak terburu-buru, jadi nggak sempat di gerinda untuk dihaluskan. Langsung saja aku menuju toko bahan bangunan untuk membeli cat Suzuka warna super black. Dari rumah langsung aku cat itu standar tanpa aku gerinda. he..he.. Jadi walaupun bekas las-nya nggak seberapa kelihatan, namun menurut saya masih kurang sip. Tapi biarin aja lah, toh tempatnya standar kan di bawah, jadi kurang begitu kelihatan. He..he..

Oleh: Krisna Dipayana | 6 Februari 2009

Bocornya Pelumas

Tanda Bocornya Pelumas

Tanda Bocornya Pelumas

Kebocoran minyak pelumas bisa terjadi di beberapa tempat, salah satunya di ruang bakar. Tanda-tandanya yaitu gas buang akan berwarna putih kebiru-biruan meskipun mesin dalam keadaan sudah panas. Warna gas buang tersebut menunjukkan adanya minyak pelumas yang masuk ke dalam ruang bakar, kemudian menguap atau terbakar. Apa akibatnya :

* Jika minyak pelumas masuk ke ruang bakar, lama kelamaan mesin menjadi cepat tua dan aus. Keausan yang terjadi pada torak dan dinding silinder akan menyebabkan makin banyaknya jumlah minyak pelumas yang masuk ke dalam bakar melalui sisi-sisi torak. Minyak pelumas juga dapat masuk ke dalam ruang bakar melalui jalan-jalan katup yang sudah aus.

* Jika minyak pelumas masuk ke dalam ruang bakar maka minyak pelumas dapat membasahi busi dan kedua elektrodanya sehingga menyebabkan busi tidak menghasilkan loncatan listrik seperti seharusnya. Sehingga daya mesin juga akan berkurang / mesin tidak dapat bekerja secara sempurna.

* Terbakarnya minyak pelumas yang berlebihan dalam ruang bakar akan menyebabkan dinding ruang bakar dan busi timbul endapan / kerak. Jalan satu-satunya untuk perbaikan, segeralah bawa mobil Anda ke bengkel untuk segera diperbaiki.

Oleh: Krisna Dipayana | 6 Februari 2009

SOHC ? DOHC ?

Kita sudah banyak melihat, bahwa setiap manufaktur meluncurkan produk baru, selalu menuliskan fitur dan spesifikasi produk tersebut. Umumnya tulisan yang dicantumkan adalah teknologi mesin seperti mesin SOHC, 4 silinder, 8 katup segaris atau DOHC, 4 silinder dan 16 katup.

Apakah sobat-sobat sudah “klik” mengenai  SOHC atau DOHC? Kemudian mengapa mesin yang memiliki jumlah silinder sama bisa berbeda jumlah katupnya ?

Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut.

Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.

Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm.

Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin.

Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.

Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup.

Engine

Engine

Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik.

DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi.

Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi.

Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula.

Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus.

Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol.

Gerakan NOKEN AS
Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya.

Camshaft/noken as Ducati Desmosedici

Camshaft/noken as Ducati Desmosedici

Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.

Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan.

Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern.

Oleh: Krisna Dipayana | 6 Februari 2009

Seputar Tentang Oli / Pelumas

FUNGSI OLI

Oli adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan oli yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda, merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan. Masyarakat umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai; Pendingin, Pelindung Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.
Semua fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.

Pentingnya Oli

Pentingnya Oli

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung. Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu dan sebagainya)
Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut. Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

> SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)

> SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)

> SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunakan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, atau motor 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan Automotive Standard Association), ACEA (Association Des ConstructeursEuropeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumasberdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.

PERBEDAAN OLI SYNTHETIC DAN OLI MINERAL

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL. Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :

> Lebih stabil pada temperatur tinggi

> Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin

> Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin

> Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin

> Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien

> Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin

> Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.

NB :  Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih halus dan tarikan lebih mantap.

Pada intinya memilih oli hampir sama dengan milih istri (cocok2an) tapi ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :

> Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab ada bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin motor lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.

> Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal API SH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.

Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan angka Contoh :

DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI NPT : AC66E1054104.

MITOS SEPUTAR OLI YANG MENYESATKAN
Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat.

Sebagai contoh, saat mengganti oli mesin, oli bekas berwarna hitam sering dianggap oli berkualitas buruk. Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi.

Kalau dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli dan yang disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi kalau anda pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal?

Untuk mencoba oli baru, bisa ikuti prosedur berikut :

> Sebelum ganti oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang mungkin ada di mesin. Tidak usah bingung, bisapakai carburator cleaner yang dituang ke tangki. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan motor dipakai seperti biasa dan kalau bisa kecepatan agak tinggi, ini untuk membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.

> Ganti oli dengan oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk filter olinya. Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli lama keluar semua.

> Coba pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak? kalau nggak berarti olinya tidak cocok. Perubahannya :

- Suara mesin jadi lebih halus, tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.

Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan JASO MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut.

JANGAN KELIRU MEMILIH OLI MESIN

MINYAK pelumas atau oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli, mesin rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat dipengaruhi oleh oli. Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli. Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama di kota-kota besar, di mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu kian panas. Mengingat penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis menggiurkan paling tidak tiap 2.000 km sampai 5.000 km– oli harus diganti.

Berbagai merek dan jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai dari oli biasa (konvensional) yang disebut pelumas mineral, sampai oli sintetis dan semi sintetis. Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia aditif guna meningkatkan kinerjanya.

Bahan kimia yang dipakai sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasidan Index Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi.

Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral. Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon, klorida serta fluor hidrokarbon.

Klasifikasi oli sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas sintetis mempunyai jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single grade), misalnya SAE 20, SAE 40 dan SAE 50. Ada juga jenis klasifikasi tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE 20W-50.

Bahkan, pada aplikasi mobil balap atau mesin berteknologi mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE 5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif mahal.

Oleh: Krisna Dipayana | 6 Februari 2009

Pandangan Pertama

Sekira akhir Januari 2009, saat mendung tak mau beranjak tuk bergelayut di awang-awang. Aku berkeliling untuk berburu satu produk otomotif dari Yamaha yang menurut kawan-kawan tidak laku dan meragukan. Produk tersebut adalah motor type sport yaitu Yamaha Scorpio Z 225 atau menurut kode adalah Yamaha 5BP. Namun aku tak goyah sedikitpun oleh omongan kawan-kawan maupun media yang memandang pesimis dan negatif pada produk ini. Karena sekira tahun 2005, aku sudah pernah mempunyai Yamaha Scorpio Z, namun sudah aku jual pada tahun 2007 karena dampak krisis keuangan yang melilit perutku erat bagai ular Piton. Aku merasakan sensasi berkendara yang penuh tantangan dan sedikit liar, menurutku. Dengan mesin kokoh silinder 223 cc, rangka double cradle, suspensi monoshock, dan torsi yang sangat melimpah. Membuat aku merasa sangat keblinger.

Seluruh dealer Yamaha yang terkenal di kotaku ternyata sudah kehabisan stock Yamaha Scorpio. Saat aku meminta mereka untuk indent, mereka menolak dengan alasan tidak berani indent karena takut rugi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Yamaha Scorpio sudah tidak diproduksi lagi. Tak putus asa, aku langsung tancap gas ke kota lain untuk berburu Yamaha Scorpio, tapi hasilnya juga nihil. Semua dealer Yamaha kehabisan stock. Dengan sedikit putus asa, aku pacu mobilku tuk pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, aku teringat kawan lamaku yang bekerja di sebuah servis Yamaha, langsung aku belokkan mobilku ke tempat kawanku tersebut. Setelah mendengar ceritaku, dia langsung mengambil HP-nya dan menelepon seseorang. Setelah dia menyelesaikan teleponnya, dia langsung menyuruhku untuk datang ke sebuah dealer Yamaha di sebuah kecamatan terpencil di kotaku. Dia berkata ada stock Yamaha Scorpio disana. Tanpa buang waktu lagi, aku meluncur kesana.

My Scorpio

Sampai disana, aku melihat satu unit Yamaha Scorpio warna merah maroon dipajang di etalase. Aku dekati dan kuraba. Ya ampuun.. Debunya tebal sekali!! Mungkin karena sudah lama gak laku kali ya.. Ketika tiba-tiba seorang gadis manis keturunan cina bertanya padaku. “Cari motor apa Mas..??” Langsung kujawab dengan mantap, “Scorpio Mbak..!” Aku kaget ketika dia menjawab saat kutanya berapa harganya. 20 juta..!! Woow.. belum menawar, aku sudah dapatkan diskon. Sekedar tahu, harga OTR Yamaha Scorpio Z CW (cast wheel/velg bintang) adalah Rp. 21.015.000,- (dua puluh satu juta lima belas ribu rupiah) di kotaku dan sekitarnya. Ternyata motor tersebut (yang tinggal satu-satunya) adalah rakitan tahun 2008. Sedikit kecewa sih, tapi mau bagaimana lagi… Tinggal satu tuh.. Terakhir lagi..  Dengan gaya sedikit pura-pura gak butuh, aku berkata aku pikir-pikir dulu. Harga pun turun, jadi 19,9 juta. Aku masih alot menolak, dan hargapun turun lagi jadi 19,7 juta. Aku tetap alot gak mau, aku minta indent scorpio yang tahun 2009. Gadis itu mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan dealer-dealer sebelumnya. “Nggak berani ambil Scorpio, takut rugi..” Dan itulah the last Scorpio.. Barang terakhir. My ScorpioDalam hatiku aku cemas, jangan-jangan Yamaha gak akan produksi Scorpio lagi.. Namun pikiran itu lenyap karena saking keblingernya aku dengan motor ini. Kemudian setelah memberikan nomor telepon kepada gadis tersebut, aku kembali pulang sambil berharap jika harga tersebut bisa turun lagi. Keesokan harinya gadis itu menelepon lagi dan menanyakan apakah aku setuju dengan harga yang kemarin. Aku tetap bergeming. Sehari, dua hari, tiga hari.. Gadis itu tak kunjung menelepon aku lagi. Rasa khawatir dan gelisah mulai melanda bak tsunami di Aceh. Aku takut Scorpio terakhir itu laku terjual. Bayangkan betapa patah hatinya aku kalau Scorpio itu dimiliki orang lain. Kemana aku harus cari lagi?? Sedangkan stock di kotaku dan sekitarnya pada kosong semua. Karena tidak tahan menahan gejolak rindu pelukan Yamaha Scorpio, akhirnya tanggal 29 Januari 2009 tepat pukul 12.00 WIB, aku memacu mobilku dengan mantap ke dealer itu lagi. Sengaja aku mengajak Ibu ku tercinta untuk melakukan negosiasi (beliau mungkin the best price negosiator in the world, he..he..), dan hasilnya cukup bagus. Harga aku sepakati pada angka 19,6 juta rupiah. Turun 100 ribu. He..he.. (lumayan untuk beli bakso..) Setelah tandatangan disana-sini, dan bersalaman dengan seluruh staf dealer, aku pamit pulang untuk menanti Scorpioku dikirim ke rumah. Sampai jam 5 sore aku tunggu, kok belum datang juga ya.. Ternyata hujan deras, sehingga motorku dikirim keesokan harinya.

Inilah rekaman saat Scorpioku aku mandikan kembang 7 rupa.. Ha..ha..ha.. Biar selamet dunia akherat kali ya..

« Newer Posts

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.