Oleh: Krisna Dipayana | 6 Februari 2009

Pandangan Pertama

Sekira akhir Januari 2009, saat mendung tak mau beranjak tuk bergelayut di awang-awang. Aku berkeliling untuk berburu satu produk otomotif dari Yamaha yang menurut kawan-kawan tidak laku dan meragukan. Produk tersebut adalah motor type sport yaitu Yamaha Scorpio Z 225 atau menurut kode adalah Yamaha 5BP. Namun aku tak goyah sedikitpun oleh omongan kawan-kawan maupun media yang memandang pesimis dan negatif pada produk ini. Karena sekira tahun 2005, aku sudah pernah mempunyai Yamaha Scorpio Z, namun sudah aku jual pada tahun 2007 karena dampak krisis keuangan yang melilit perutku erat bagai ular Piton. Aku merasakan sensasi berkendara yang penuh tantangan dan sedikit liar, menurutku. Dengan mesin kokoh silinder 223 cc, rangka double cradle, suspensi monoshock, dan torsi yang sangat melimpah. Membuat aku merasa sangat keblinger.

Seluruh dealer Yamaha yang terkenal di kotaku ternyata sudah kehabisan stock Yamaha Scorpio. Saat aku meminta mereka untuk indent, mereka menolak dengan alasan tidak berani indent karena takut rugi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Yamaha Scorpio sudah tidak diproduksi lagi. Tak putus asa, aku langsung tancap gas ke kota lain untuk berburu Yamaha Scorpio, tapi hasilnya juga nihil. Semua dealer Yamaha kehabisan stock. Dengan sedikit putus asa, aku pacu mobilku tuk pulang ke rumah. Di tengah perjalanan, aku teringat kawan lamaku yang bekerja di sebuah servis Yamaha, langsung aku belokkan mobilku ke tempat kawanku tersebut. Setelah mendengar ceritaku, dia langsung mengambil HP-nya dan menelepon seseorang. Setelah dia menyelesaikan teleponnya, dia langsung menyuruhku untuk datang ke sebuah dealer Yamaha di sebuah kecamatan terpencil di kotaku. Dia berkata ada stock Yamaha Scorpio disana. Tanpa buang waktu lagi, aku meluncur kesana.

My Scorpio

Sampai disana, aku melihat satu unit Yamaha Scorpio warna merah maroon dipajang di etalase. Aku dekati dan kuraba. Ya ampuun.. Debunya tebal sekali!! Mungkin karena sudah lama gak laku kali ya.. Ketika tiba-tiba seorang gadis manis keturunan cina bertanya padaku. “Cari motor apa Mas..??” Langsung kujawab dengan mantap, “Scorpio Mbak..!” Aku kaget ketika dia menjawab saat kutanya berapa harganya. 20 juta..!! Woow.. belum menawar, aku sudah dapatkan diskon. Sekedar tahu, harga OTR Yamaha Scorpio Z CW (cast wheel/velg bintang) adalah Rp. 21.015.000,- (dua puluh satu juta lima belas ribu rupiah) di kotaku dan sekitarnya. Ternyata motor tersebut (yang tinggal satu-satunya) adalah rakitan tahun 2008. Sedikit kecewa sih, tapi mau bagaimana lagi… Tinggal satu tuh.. Terakhir lagi..  Dengan gaya sedikit pura-pura gak butuh, aku berkata aku pikir-pikir dulu. Harga pun turun, jadi 19,9 juta. Aku masih alot menolak, dan hargapun turun lagi jadi 19,7 juta. Aku tetap alot gak mau, aku minta indent scorpio yang tahun 2009. Gadis itu mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan dealer-dealer sebelumnya. “Nggak berani ambil Scorpio, takut rugi..” Dan itulah the last Scorpio.. Barang terakhir. My ScorpioDalam hatiku aku cemas, jangan-jangan Yamaha gak akan produksi Scorpio lagi.. Namun pikiran itu lenyap karena saking keblingernya aku dengan motor ini. Kemudian setelah memberikan nomor telepon kepada gadis tersebut, aku kembali pulang sambil berharap jika harga tersebut bisa turun lagi. Keesokan harinya gadis itu menelepon lagi dan menanyakan apakah aku setuju dengan harga yang kemarin. Aku tetap bergeming. Sehari, dua hari, tiga hari.. Gadis itu tak kunjung menelepon aku lagi. Rasa khawatir dan gelisah mulai melanda bak tsunami di Aceh. Aku takut Scorpio terakhir itu laku terjual. Bayangkan betapa patah hatinya aku kalau Scorpio itu dimiliki orang lain. Kemana aku harus cari lagi?? Sedangkan stock di kotaku dan sekitarnya pada kosong semua. Karena tidak tahan menahan gejolak rindu pelukan Yamaha Scorpio, akhirnya tanggal 29 Januari 2009 tepat pukul 12.00 WIB, aku memacu mobilku dengan mantap ke dealer itu lagi. Sengaja aku mengajak Ibu ku tercinta untuk melakukan negosiasi (beliau mungkin the best price negosiator in the world, he..he..), dan hasilnya cukup bagus. Harga aku sepakati pada angka 19,6 juta rupiah. Turun 100 ribu. He..he.. (lumayan untuk beli bakso..) Setelah tandatangan disana-sini, dan bersalaman dengan seluruh staf dealer, aku pamit pulang untuk menanti Scorpioku dikirim ke rumah. Sampai jam 5 sore aku tunggu, kok belum datang juga ya.. Ternyata hujan deras, sehingga motorku dikirim keesokan harinya.

Inilah rekaman saat Scorpioku aku mandikan kembang 7 rupa.. Ha..ha..ha.. Biar selamet dunia akherat kali ya..


Responses

  1. kumau Ruby bro. sayang juga stock haabis. di Tambun ada sisa 1 unit. tak brani kuambil. bab kl cuma sisa 1 berarti sudah barang rejeck kaliiiiii.

  2. wah menarik sekali bro. baru pertama kali merasakan scorpio 135km/jam udah ngejer (trek lamongan-babat)

    semoga bisa “memeluk” scorpio-z lagi🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: