Oleh: Krisna Dipayana | 9 Februari 2009

Tips Hemat BBM

  1. Rencanakan perjalanan
    • Jadikan beberapa rencana perjalanan anda menjadi satu dan sehingga menghemat waktu dan bahan bakar.
    • Hindari perjalanan singkat dengan kendaraan bermotor, lakukan dengan cara berjalan kaki atau naik sepeda, ini akan menghemat lebih dari seperempat kilogram emisi gas “greenhouse” per kilometer.
    • Hindari arus puncak lalu lintas jika memungkinkan.
  2. Mengemudi dengan putaran mesin rendah
    • Kenali karakteristik mesin mobil anda, biasanya efisien antara 1500 s.d. 2500 rpm (lebih rendah lagi untuk mesin diesel). Untuk mendapatkan putaran mesin yang rendah ini, anda sebaiknya menaikkan posisi gigi jika sudah memungkinkan, penggunaan putaran mesin tinggi akan menambah konsumsi bahan bakar.
    • Untuk transmisi automatic posisi gigi akan naik lebih cepat dan halus jika anda melepaskan sedikit pedal gas jika momen sudah mencukupi.
    • Perhatikan torsi dan putaran mesin maksimal tiap jenis kendaraan, saat memindahkan gigi jangan sampai melewatinya.
  3. Mengemudi smoothly – hindari akselerasi yang tidak perlu
    • Jaga jarak dengan kendaraan di depan anda sehingga anda bisa mengantisipasi dan berjalan mengikuti arus lalu lintas.
    • Mengemudilah dengan halus dan konstan. Hal ini akan menghindari akselerasi yang tidak perlu dan pengereman berulang-ulang yang akhirnya hanya memboroskan bahan bakar.
  4. Kurangi pemborosan bahan bakar saat idle
    • Matikan mesin jika kendaraan anda berhenti. Dengan mematikan mesin walaupun dalam waktu yang singkat, anda akan lebih banyak menghemat bahan bakar dari pada bahan bakar yang dikeluarkan untuk menghidupkan mesin. Bertambahnya pemakaian bahan bakar saat starting dengan cara seperti ini bisa diabaikan.
    • Mesin modern tidak memerlukan pemanasan berlebihan.
  5. Kecepatan adalah lawan dari hemat bahan bakar
    • Kurangi keceparan kendaraan, kecepatan tinggi akan mengakibatkan konsumsi bahan bakar tinggi. Pada kecepatan 110 km / jam kendaraan anda akan mengkonsumsi sampai 25% lebih banyak dari pada berjalan dengan kecepatan 90 km / jam.
  6. Minimalkan hambatan-hambatan aerodinamis
    • Penambahan komponen-komponen pada ekterior kendaraan seperti roof rack dan spoiler, atau membiarkan jendela terbuka, akan menambah hambatan udara dan konsumsi bahan bakar, dalam beberapa kasus bisa lebih dari 20%.
  7. Perhatikan ban kendaraan anda
    • Periksalah tekanan ban kendaraan sesuai dengan rekomendasi.
    • Gunakan ban dan velg standar serta pastikan alignment roda-roda kendaraan anda benar. Dengan memperhatikan ban anda, maka tidak hanya akan mengurangi konsumsi bahan bakar tetapi juga akan memperpanjang umur kendaraan dan menambah kemudahan handling kendaraan.
  8. Gunakan AC secara hemat
    • AC bisa menggunakan sekitar 10% bahan bakar saat beroperasi, pada kecepatan lebih dari 80 km/jam, pemakaian AC akan lebih baik pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar dari pada sebuah jendela yang terbuka.
    • Jangan sekali-kali menyalakan AC pada saat parkir kendaraan.
    • Bila kendaraan lama terpapar panas matahari, buka kaca jendela kendaraan sebelum menyalakan AC.
  9. Tutup kaca jendela
    • Kaca jendala yang terbuka lebar, terutama di jalan tol akan menghambat laju kendaraan dan konsumsi bahan bakar akan meningkat 10%. Hal ini mengurangi efek Dragging dibanding dengan jendela yang terbuka.
  10. Beban ringan
    • Turunkan barang dan peralatan yang tidak diperlukan.
    • Semakin berat kendaraan, semakin banyak bahan bakar yang dikonsumsi; beban tambahan seberat 50 kg bisa menambah konsumsi bahan bakar sebesar 2 persen.
  11. Rawatlah kendaraan anda secara teratur
    • Dengan selalu merawat kendaraan anda akan mengurangi emsi gas “greenhouse” sampai 5%.
    • Bersihkan saringan bahan bakar, saringan udara dan kembalikan keseluruhan kondisi kendaraan sesuai standar. Lakukan perawatan kendaraan sesuai dengan saran bengkel resmi.
    • Pastikan emisi gas buang kendaraan pada nilai toleransi.

CO : max 3,5% vol

CO2 : min 12% vol

HC : max 350 ppm

O2 : max 2% vol

Lamda : ~ 1

Lamda kurang dari 1 bahan bakar relative lebih boros, CO naik. HC tinggi menunjukkan pembakaran kurang sempurna. CO2 rendah performance mesin kurang baik.

    • Ganti atau perbaiki komponen yang sudah tidak optimal unjuk kerjanya seperti kopling yang ada gejala slip, AC yang tidak dingin, kebocoran knalpot dll.
    • Tidak melakukan modifikasi kendaraan seperti menaikkan kompresi dengan membubut cyl. head dan blok mesin, gunakan filter udara dan bahan bakar yang sesuai, jangan mengganti knalpot dengan type free flow.
  1. Gunakan bahan bakar yang tepat
    • Gunakan angka oktan sesuai rekomendasi, agar terjadi pembakaran yang sempurna.

Ini beberapa tips hemat BBM yang aku adopsi dari FFI club. Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: