Oleh: Krisna Dipayana | 11 Februari 2009

Bahaya-nya Variasi Motor yang Tidak Sesuai

Sebatang Rokok di Alun-alun Kotaku

Sebatang Rokok di Alun-alun Kotaku

Sore itu aku lihat langit kotaku. Sedikit mendung namun tidak menggantung. Aku rasa malam ini tak akan turun hujan. Aku putuskan untuk menghabiskan masa intreyen motor Yamaha Scorpioku ke luar kota, sambil jalan-jalan. Maklum, selama seminggu ini kotaku selalu saja diguyur hujan dari sore sampai malam hari. Setelah motorku aku kilapkan, aku segera menstater dan membawa motorku keluar rumah tepat pukul 16.30 sore hari. Melewati alun-alun kotaku, aku tergoda untuk mampir sekedar membeli es puter yang menjadi kesukaanku sejak kecil. Dua batang rokok yang kuhisap dalam-dalam, menjadi pelipur laraku saat aku teringat carut-marutnya dunia. Indahnya taman kota dan tahi burung dara semakin menambah maraknya suasana.

Membongkar Headlamp Yamaha Scorpio

Membongkar Headlamp Yamaha Scorpio

Headlamp Ori Scorpio dan Headlamp Variasi

Headlamp Ori Scorpio dan Headlamp Variasi

Seusai Adzan Maghrib, aku pacu motorku ke kota tujuan. Aku memacu motorku tidak terlalu cepat. Sekitar 50 km/jam saja. Kan mau nyantai boss.. Tak kusangka, di tengah aku nikmati perjalanan itu, tiba-tiba didepanku ada sebuah becak lengkap dengan abang becaknya!! Entah darimana datangnya.. Untung saja aku masih lihai menghindarinya. Aku teruskan perjalananku. Tak lama kemudian, tiba-tiba ada ada penjual durian di depanku! Lagi-lagi munculnya secara tiba-tiba! Kaget bukan kepalang, aku banting setir ke kanan. Bayangkan jika aku menabrak durian dagangannya?!!?! Bisa benjut aku.. ha..ha..ha..!! Perasaanku mulai ragu, apakah aku akan meneruskan perjalanan atau tidak..

Saat itu Yamaha Scorpioku aku pasang lampu variasi model trail atau supermoto. Lampu tersebut hanya mampu menerangi sekitar 5 meter di depan. Belum lagi yang sorot sinarnya yang pecah, karena reflektornya yang nggak sip samasekali. Hal itu karena kebanyakan variasi motor / mobil tidak dibuat berdasarkan hasil ujicoba. Hanya mengejar model yang keren dan pas bila dipasang di motor.

Lampu Ori Scorpio sudah terpasang

Lampu Ori Scorpio sudah terpasang

Lampu Ori, lebih terang, lebih aman

Lampu Ori, lebih terang, lebih aman

Karena pertimbangan banyak hal (terutama keselamatan), saya langsung pulang ke rumah! Dari rumah saya langsung mengambil headlamp asli dan Yamaha Scorpio saya langsung aku bongkar. Saya ganti dengan headlamp yang asli / standard. Utak-atik di malam hari membutuhkan mata ekstra. Belum lagi serbuan laskar nyamuk haus darah yang terus menggigiti tubuhku tanpa mempedulikan umpatan-umpatan yang terlompat dariku. Setengah jam kemudian, selesai deh penggantian lampu motorku. Setelah dicoba, terasa betul bedanya. Teraaang men!!

Itulah sedikit pengalaman saya tentang variasi yang tidak sesuai standard. Mungkin saya kapok menggunakan variasi yang main-main dengan keselamatan.


Responses

  1. kris..klu u pose yang ambil posenya siapa nih???? hayo….. foto sendirikah? ato ada someone atau mang udin, mang ujang ato jangan2 pak udin ha…ha…ha…

  2. Wah bro…
    mending Scorpio lampunya bisa terang n jauh…
    Pulsar gw cuma 5 meteran, pecah kalo kena ujan, lampu jauhnya ga terang… Pasang fog lamp akhirnya….

  3. Salam bro Niksen..

    Pulsarian ya bro..?
    Coba Pulsarnya dikasih lampunya Satria F yg baru..
    kelihatannya mantap deh..
    Pulsarnya bro Niksen yg 180 atau yg 200?

  4. emng bener … lampu variasian blm tentu teruji, mungkin ada uang ada barang… tp klo bwt kantong kita2 mana mampu. selama masih ada part ORI pakailah itu, smpai kita mampu membeli yang lebih baik…

  5. Oh gitu ya..
    Kalo saya pake Apache masih sayang kalo mau ganti lampu. Walau kepala Apache ini rasanya kegedean, tapi lampunya terang…!

  6. hehhehehehe..mantap kisahnya bang..tulis lagi dong yang kya gini misalnya bahaya motor ber fairing atau apa lah….

  7. Salam bro BIMO..
    Dulu saya sudah pernah memakai full fairing, langsung pesan di pabriknya milik bro G di daerah Sanan Selatan Mojoagung yang merupakan pabrik modif fairing terbesar saat itu. Namun setelah jadi n saya pasang, fairing seharga 800 ribu tersebut ternyata sangat mengecewakan. Arus angin amat sangat tertahan saat motor digeber. Bahkan jika angin bertiup kencang, saya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mempertahankan arah laju motor. Karena saya rasa sangat membahayakan. Fairing tersebut hanya saya pakai selama 3 hari saja, dan selanjutnya langsung saya kembalikan ke pabriknya bro G lagi dan motor saya kembalikan standar. Sampai saat ini (sudah 3 tahun lalu) fairing tersebut masih belum saya ambil lagi, padahal sudah saya bayar lunas. Rugi 800 rebu, namun tetap aman di jalan….

  8. mas kalau bisa kasih tips cara pasang klakson yg menggunakan relay. klakson kapal contohnya, karena masih banyak yanng bingung mas. trim’s sebelumnya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: