Oleh: Krisna Dipayana | 24 Februari 2009

Go to Sempu Island II

Ternyata para pemuda tersebut cukup menghambat laju kami. Mereka berjalan bagaikan siput. Lambat sekali. Hal ini cukup merepotkan kami. Sedikit-sedikit berhenti. Bahkan mereka seakan-akan tidak rela jika kakinya tercelup lumpur.

Salah satu pohon tumbang

Salah satu pohon tumbang

Foto diatas kami ambil saat perjalanan pulang keesokan harinya. Karena pada malam harinya, kami tidak sempat mengambil foto.

Memang, medan yang kami lewati cukup berat. Tanah di Pulau Sempu penuh dengan karang tajam dan banyak akar pohon yang melintang. Ditambah lagi situasi hujan lebat, sehingga amat sangat licin!! Lumpur dimana-mana. Karang tajam mengintip dibawahnya. Apalagi, kami hanya memakai sandal. Otomatis sandal kami putus semua, sehingga kami telanjang kaki alias nyeker. Hal ini membuat kaki kami sobek semua. Oleh karena itu, bagi rekan-rekan yang akan hiking ke Pulau Sempu, sebaiknya memakai sepatu boot. Jika uang pas-pasan, rekan-rekan sebaiknya membeli sepatu boot dari karet yang harganya dibawah 100 ribu.

Jembatan dari 4 batang kayu kecil

Jembatan dari 4 batang kayu kecil

Foto diatas kami ambil saat perjalanan pulang keesokan harinya. Karena pada malam harinya, kami tidak sempat mengambil foto.

Banyak sekali rintangan yang kami temui. Mulai dari karang tajam dan akar pohon di sepanjang jalan, sampai pohon tumbang yang menghalangi jalan. Ada juga jembatan kecil melewati tumpukan karang yang hanya terdiri dari 4 batang kayu saja. Untuk melewatinya, saya harus merangkak. Karena kayu tersebut penuh lumpur sehingga sangat licin sekali. Saya pun tak mau ambil resiko dengan melewatinya sambil berdiri. Dua orang rekan kami yaitu Mr. Hengky dan Mr. Yusuf mendapat tugas memikul galon air. Saya sendiri tidak bisa membayangkan harus melalui medan seperti ini dengan memikul galon dalam situasi hujan lebat serta gelap gulita pula. Setelah berjalan begitu lama, Segoro Anakan tujuan kami itu tak kunjung sampai. Tersirat keraguan di benak saya, apakah kami tersesat?? Karena situasi saat itu sangat gelap gulita, kami hanya mengandalkan lampu senter dan lampu damar minyak tanah (oblik). Saya melihat arloji dan jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Sudah 3 jam kami berjalan, namun tak kunjung sampai. Karena kelelahan, galon air tersebut kami tinggal di hutan tanpa sempat kami minum airnya (karena galon tersebut penuh dengan lumpur, sehingga jika kami buka tutupnya, airnya akan kotor). Bodohnya kami, kami hanya membawa 1 botol air mineral 500 cc saja. Itulah yang kami minum berenam. Hanya seteguk saja. Setelah hampir putus asa, akhirnya kami tiba juga di Segoro Anakan pada pukul 22.30 WIB. Kami langsung pasang tenda dan meminta air kepada para tracker yang sudah camping disitu sebelumnya. Rata-rata mereka heran dengan kami yang datang pada hampir tengah malam.

Telanjang kaki, melewati rintangan. JANGAN DITIRU!!

Telanjang kaki, melewati rintangan. JANGAN DITIRU!!

Setelah itu kami mulai memasak ikan yang kami beli di TPI Sendang Biru dengan bumbu kecap. Karena air sangat terbatas (kami mendapat air hanya 1/2 liter saja) maka air hasil meminta tadi langsung habis diminum. Saat itulah aku ingat bahwa aku membawa Baceman Beras Kencur Laos dan Merica. Daripada tidak ada yang diminum, maka baceman tersebut kami minum layaknya air putih.

Setelah meminum ramuan Baceman tersebut, kami semua mengantuk dan langsung mlungker tidur. Kecuali seorang rekan kami yang memang dari wajahnya saja sudah seperti orang kelaparan. Usai menghabiskan ikan bakar, dia masih ingin memasak mie instant. Karena air sudah habis, dan kami segan untuk meminta air lagi, apa boleh buat, dia memasak mie dengan air laut.  Tak lama kami mendengar suara muntah dan sedikit umpatan darinya. Ya, dia sudah merasakan nikmatnya mie yang dimasak dengan air laut.


Responses

  1. wakakakakakakaa………
    loetjoe puol mas…..!!!!

    *bkn maksud ngehina or nyukurin yah*

  2. ha..ha..ha..!!!!! memang itu adalah salah satu kegoblokan yg pernah saya lakukan…
    bro Guzden juga hobby camping???

  3. wah….bagus banget…makasih juga untk ma2nya yg tlah memberikan arahan ubtk setiap lintasan sukses selalu…bagus banget…..sip sip…..slam rimba….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: